Datangi Polda Jatim, Istri Salim Akal keling Dicecar 20 Pertanyaan

Datangi Polda Jatim, Istri Salim Akal keling Dicecar 20 Pertanyaan

TIMESINDONESIA, LUMAJANG – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) memanggil Tijah dan Ike yang merupakan pedusi dan anak alm Salim Kancil, Rabu (12/8/2020). Pemanggilan ini jadi saksi atas pelaporan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan sebab Bupati Lumajang Thoriqul Haq terhadap PT Lautan Udang Indonesia Tenteram (PT Luis).

Pelaporan tersebut bermula saat Bupati Lumajang melakukan sidak ke lahan tambang udang PT Luis yang berada di Desa Selok Anyar dan Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Lumajang. Dalam sidak itu, Tijah mengeluhkan lahan pertanian almarhum Salim Kancil diurug sepihak oleh PT Luis.

Polda-Jatim-2.jpg

Mendengar keluhan tersebut, Tumenggung melakukan pembelaan terhadap warganya dengan memanggil PT Luis. Dalam Sidak tersebut, Bupati mengupload video di Youtube. Video tersebut yang akhirnya menjadi landasan PT Luis melaporkan Bupati Lumajang dengan dugaan mengabulkan pencemaran nama baik.

Kedatangan istri & anak Salim Kancil ke Polda Jatim merupakan proses mengumpulkan petunjuk atas pelaporan yang dilakukan PT Luis terhadap Bupati Lumajang.

Tijah & anaknya didampingi oleh beberapa kuasa hukum. Diantaranya, Divisi Advokasi serta Kampanye WALHI Jatim, LBH Surabaya, Pusham Surabaya dan LBH Disabilitas.

Pengaruh hukum Tijah dari LBH Surabaya Jauhar Kurniawan mengatakan, pemeriksaan dikerjakan sekitar pukul 13. 30 sampai 16. 30 WIB. Pemeriksaan sebagai saksi dilakukan oleh Polda Jatim kepada Tijah dan Ike secara bersamaan

“Ada sekitar 20 sampai 22 pertanyaan yang diajukan dalam kapasitasnya sebagai saksi, ” katanya.

Polda-Jatim-3.jpg

Dia memasukkan, lebih tepatnya dalam perkara tersebut Tijah dan Ike melakukan pembelaan terhadap tanah peninggalan almarhum suaminya.

“Lebih tepatnya Bu Tijah ingin menyimpan tanahnya yang menjadi tanah konservasi. Karena pasca meninggalnya Salim Muslihat lahan tersebut menjadi lahan konservasi, sehingga yang dilakukan oleh PT LUIS ini dikhawatirkan mengganggu lingkungan dan merusak lingkungan, ” ujarnya.

Pada proses pemeriksaan, Jauhar Kurniawan mengatakan pihaknya merasa keberatan dengan pertanyaan yang dilakukan oleh penyidik kepada Tijah dan Ike. Jauhar mengatakan, hampir separuh dari pertanyaan dengan diajukan sama sekali tidak mengenai soal pengurukan sepihak yang dikerjakan oleh PT Luis terhadap desa Salim Kancil.

“Penyidik lebih banyak meminang pemahaman dan pengetahuan sakti terhadap unggahan video Youtube dan tajuk video tersebut. Padahal Bu Tijah tidak memiliki ponsel, tidak mengarungi internet dan tidak sama sekadar menonton video tersebut, ” sah tim kuasa hukum istri Salim Kancil ini.   (*)