Cerita Tenaga Medis yang Terpasung di Tanah Rantau Saat Lebaran 2020 Tiba

Cerita Tenaga Medis yang Terpasung di Tanah Rantau Saat Lebaran 2020 Tiba

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Adalah Vivin Eka Deviyanti. Bidan berusia 37 tahun yang saat ini bertugas sebagai tenaga medis dalam salah satu Rumah Sakit negeri di Surabaya menceritakan pengalamannya menyambut Lebaran 2020.

Untuk pertama kalinya, Idul Fitri di tengah situasi pandemi Covid-19 ini memaksa dia untuk tetap tinggal di Surabaya. Hawa kelahiran Banyuwangi ini mengatakan bahwa seharusnya tahun ini dia bisa berkumpul dengan keluarga di Banyuwangi. Namun dengan kondisinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pada tengah situasi Covid-19 maka hal tersebut urung dilakukan.

“Tentunya sedih, seharusnya bisa berkumpul dengan keluarga khususnya suami dan anak yang kini berada di Banyuwangi. Idul Fitri harusnya dijalani dengan berbagi rajin cita di hari lebaran, ” ujar Vivin Eka Deviyanti ketika ditemui Sabtu (23/5/2020) di Surabaya.

tenaga-medis-b.jpg

Beberapa momen yang dia rindukan antara lain adalah melakukan shalat Id bersama keluarga, makan-makan, dan berunjung ke sanak saudara yang belum tentu satu tahun sekali bertemu. Biasanya lebaran diisi oleh Vivin dengan berbagi rezeki (angpau atau THR) untuk para saudara.

Namun kali ini berbeda, tahun ini sebagai salah satu garda terdepan penanganan Covid-19 di Indonesia maka dia harus tetap tinggal di Surabaya.

Ketika ditanyai soal perasaannya menjadi gaya medis yang bertugas di saat Lebaran, dia mengatakan bahwa perasaannya sangat campur aduk. Sedih, sekali lalu bangga. Sedih karena tahun itu dia tidak bisa berkumpul secara keluarga dirumah.

“Kami harus rela untuk sementara berjauhan, mengesampingkan ego karakter untuk tidak mudik. Tapi pas bangga karena mungkin saat itu kami sebagai nakes bisa menunjukan bakti kami pada negeri secara profesi kami ini. Bisa membangun sesama dan berperan untuk menyelamatkan bangsa dari musibah Covid 19, ” ujar Vivin.

Saat ini Vivin ingin tetap menjaga keluarga pada rumah agar tetap sehat serta selamat dari pandemi Covid-19 dan mematuhi larangan instansi untuk tak mudik.

“Untungnya saat ini kita mampu memanfaatkan teknologi, saya pakai video call yang penting keluarga dirumah dalam keadaan sehat. Walaupun kami tidak bisa mudik tidak apa, semoga pandemi ini segera berakhir dan bisa segera bertemu secara keluarga yang dirindukan, ” tambahnya.

Jalan Vivin saat Lebaran 2020 ini adalah agar Allah SWT menyetujui hajat bangsa ini. Dengan cara mengangkat wabah Covid-19 dan dunia segera kembali dengan normal. Ia berharap tahun depan masih diberikan kesempatan untuk bertemu Ramadhan tarikh depan dalam keadaan yang bertambah baik dari sekarang. (*)