6 Ribu Pekerja Tempat Hiburan pada Kota Bandung Terancam PHK

6 Ribu Pekerja Tempat Hiburan pada Kota Bandung Terancam PHK

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Sekitar 6. 000 praktisi tempat hiburan di Kota Bandung, Jawa Barat terancam di PHK (Pemutusan Ikatan Kerja) bila pemerintah Kota Bandung tidak memberikan relaksasi (kelonggaran).

Ketua Perserikatan Pegiat Pariwisata Bandung, Rully Panggabean mengatakan kemungkinan terburuk itu terdesak dilakukan karena para pegiat wisata di Bandung sudah tidak memiliki kekuatan dana lagi untuk menanggung karyawan-karyawannya, yang sudah sejak tiga bulan lalu dirumahkan gara-gara pandemi Covid-19.

“Karena itu kalau tidak dapat buka, ya saya mau PHK. Kami selama ini sudah menanggung, masa kami nanggung terus, ” ungkap Rully di Balai Kota Bandung, Jumat (19/6/2020).  

Diakui Rully, saat ini di Kota Bandung ada lebih dari 200 ‎lokasi tempat hiburan, seperti pub, karaoke, restoran, dan hiburan lainnya.

“Sebagai Kepala Pegiat Pariwisata di Kota Bandung yang anggotanya pengusaha hiburan, pub, karaoke, restoran dan lain-lain, sesudah tiga bulan ini vakum, maka kami mohon kepastian kepada pemkot kapan kami boleh beropeasi‎, ” tandas Rully.

Di masa Pandemi Covid-19 ini lanjut Rully, memang aktivitasnya harus dengan standar protokol kesehatan yang ketat, sehingga pihaknya mau menggelar rapat untuk merumuskan pengampu kesehatan seperti apa yang mampu diterapkan pada sektor pariwisata serta hiburan

Rully memahami jika Pembatasan Baik Bersekala Besar (PSBB) sektor daya hiburan belum mendapat lampu hijau untuk beroperasi lantaran status Kota Bandung masih zona kuning.

Untuk itu, Rully menegaskan siap untuk menerapkan protokol kesehatan jika nantinya diberikan izin untuk beroperasi oleh Pemkot Bandung.

“Kami akan patuh walaupun pasti tidak akan untung,. Tapi ana menolong pegawai saja dulu. Cuma 30 persen pengunjung mana tersedia untung. Paling tidak bisa pekerjaan dulu, agar pegawai bisa terpecahkan. Karena saya lihat pegawai-pegawai beta jadi miskin, ” ungkap Rully.   (*)