4 Srikandi SMK Kesehatan Membentuk Husada Surabaya Siap Cetak Asisten Ahli Farmasi Kala Depan

4 Srikandi SMK Kesehatan Membentuk Husada Surabaya Siap Cetak Asisten Ahli Farmasi Kala Depan

TIMESINDONESIA, SURABAYA – SMK Kesehatan Bina Husada Surabaya (Skebsa) memiliki modal utama buat mencetak asisten ahli farmasi masa depan. Modal istimewa tersebut di antaranya adalah empat srikandi guru kaya sarat pengalaman dan lulusan terbaik universitas negeri favorit di Indonesia.

Guru-guru produktif andalan Skebsa tersebut yaitu 1 guru alumni Universitas Sumatera Utara dan 3 guru alumni Universitas Airlangga. Mereka ada apt Ima Artati SSi, apt Futikhah SSi, apt Anita Rachmayanti SSi, dan apt Setu Kumalasari SFarm.

Kaprodi Jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas Skebsa apt Anita Rachmayanti SSi mengatakan, tantangan dunia kesehatan semakin luhur seiring perjalanan waktu.

Menurut Anita, kompetisi dunia kerja yang semakin ketat, memproduksi lulusan SMK harus berjalan keras mendapatkan posisi dengan diharapkan.

“Untuk mencetak keluaran yang siap pakai serta dapat memenangkan kompetisi negeri kerja, SMK Kesehatan Membentuk Husada Surabaya memiliki 4 orang guru produktif farmasi terbaik yang dimiliki, ” kata Anita.

Anita menjelaskan, apt Ima Artati SSi merupakan guru produktif paling senior di SMK Kesehatan tubuh Bina Husada Surabaya. Kemahiran mengajarnya yang dimiliki sejak tahun 2007, menjadi simpanan dasar pengampu mata pelajaran Farmakologi ini dalam mengarahkan dan mengajar siswa-siswinya.

Anita mengatakan, dengan loyalitas, peraturan, dan dedikasi yang benar tinggi,   guru dengan lahir di Kota Medan ini fokus mewujudkan cita-cita sebagai pengajar untuk menjadikan lulusan Skebsa menjadi bani adam berakhlak dan berdaya bertarung tinggi agar dapat menjelma pemenang di dunia kerja.

“Karena itulah, beliau menjadi sosok guru yang sangat disegani di kalangan para murid, ” kata Anita.

Mengenai apt Futikhah SSi, Anita menjelaskan, ibu dari tiga putri yang tampak awet muda di usianya yang sudah menapak 42 tahun ini, memelopori karir sebagai apoteker pada industri obat tradisional.

Dengan pengalaman memproduksi berbagai macam jamu yang dimilikinya, Futikhah mengajarkan kepada para siswa tentang cara memproduksi jamu instan sebagai produk di dalam berwirausaha, sesuai inti pati dari mata pelajaran Farmakognosi yang diampunya.

Anita melahirkan, mata Futikhah berbinar sentosa saat membacakan pesan singkat dari alumni Skebsa. Daya pesan itu berupa sebutan terima kasih telah mengajarkan cara membuat jamu instan.

“Alumni yang mengirimkan pesan singkat itu mengungkapkan keberhasilannya menjual produk jamu di pameran UMKM yang pernah diikutinya, ” ujar dia.

Terkait apt Restu Kumalasari SFarm, Anita memaparkan wanita kelahiran kota tahu Kediri ini, telah berserakan pada dunia farmasi komunitas waralaba cukup lama. Berbagai ilmu dan pengalaman tentang apotek waralaba, telah dimilikinya.

Namun,   karena  “passion”   mengajar yang begitu besar, membuat Bu Restu, panggilan sayang para siswa, memutuskan bergabung dengan SMK Kesehatan Bina Husada Surabaya sejak 2 tarikh lalu.  

“Seperti ke-3 seniornya, Bu Restu pula bercita-cita bisa ikut saham mencetak generasi penerus warga yang hebat, khususnya sebagai asisten ahli farmasi, ” kata Anita.

Sementara tersebut, Anita sendiri merupakan wali 20 jam mata pelajaran Pelayanan Farmasi kelas XI dan XII. Ia memiliki pengalaman lebih dari 11 tahun sebagai apoteker dalam rumah sakit BUMN terbesar di Jakarta Selatan.

“Pengalaman sebagai praktisi di rumah sakit tersebut sering awak bagikan kepada siswa dengan notabene sangat jarang berinteraksi dengan dunia perumahsakitan, ” kata Anita.

Konsistensi yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita, sebagai pencetak generasi penerus bangsa yang hebat, membuat wanita dengan tinggi 165cm ini begitu antusias & bersemangat saat memberikan disiplin di depan kelas.

“Saya selalu mendoakan semua pengikut saya menjadi manusia yang sholih-sholihah dan sukses dunia-akhirat. Dan saya yakin, ciri saya pasti terkabul, ” kata guru SMK Kesehatan tubuh Bina Husada Surabaya (Skebsa) ini. (*)